oh kasihan, aduh kasihan

Hai! 
Aku Afifa. Aku adalah salah satu siswi kelas IX SMP Islam Athirah Bone. Semenjak pandemi ini, pembelajaran yang dulunya dilaksanakan di sekolah kini hanya bisa dilaksanakan secara daring.

Ya, semuanya serba online. Mulai dari kultum, tahfidz, apel pagi, pokoknya seperti kegiatan sekolah biasanya deh. Bedanya, hanya kita melakukan semua itu dari rumah masing-masing. Tentunya, dalam masa belajar dari rumah ini, kita harus berhadapan dengan hp atau laptop tiap harinya. Jujur, ini membuat mataku sakit. Dan terkadang, aku juga pusing. Tapi, harus bagaimana lagi ?. Mau tak mau aku juga harus berhadapan dengan layar hp tiap hari.

Pada suatu hari, hari yang sangat menyebalkan, aku terbangun karena alarmku berbunyi. Dengan cepat aku bangkit dan bersiap diri untuk mendirikan shalat Tahajjud. Waktu pun berlalu seperti biasanya. Sampai pada pembelajaran kimia, saat aku sedang meet, tiba-tiba koneksi internetku yang tadinya lancar lancar saja hilang. Sialnya lagi, ditengah tengah Bu Fika tengah menjelaskan materi. Aku mencoba masuk ke meet lagi tapi gagal. Aku sedih, aku takut ketinggalan pelajaran.

Notifikasi hpku berbunyi. Ada sebuah SMS yang masuk, ternyata kuotaku telah habis. Ah, kenapa aku tidak mengeceknya dari semalam? bodohnya aku. Akupun memberi tahu ibuku bahwa kuotaku telah habis. Lalu, kamipun pergi ke penjual terdekat. Tapi, semua penjual yang kami kunjungi belum buka. Rasanya aku ingin menangis, aku ketinggalan pelajaran. Jangan sampai aku dicatat tidak hadir. 

Lalu, tiba-tiba terlintas dipikiranku, ada seorang tetanggaku yang mempunyai Wi-Fi dirumahnya. Segera aku mengunjunginya. Ternyata, ia sedang pulang kampung. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku pasrah, akhirnya aku menunggu sampai penjual kuota itu buka dan melapor ke guru setelahnya. Untungnya, aku masih bisa mengejar ketertinggalannya.

Masih pagi sudah begini, sungguh menyebalkan. Mulai saat itu aku rutin mengecek kuotaku agar kejadian ini tak terulang lagi. Oh yah, dari kejadian ini aku juga belajar sabar dan pentingnya usaha.






- Afifa Azzahra
  IX Asy Syahid




Komentar