hampir celaka karena kecerobohan sendiri

Berawal dari tugas PAI yang diberikan oleh ustadz Tasman, tugas yang mewajibkan kita mendokumentasikan kegiatan kurban disekitar kita. Berhubung disekitar rumahku hanya ada dua sapi yang dipotong, dan aku tidak sempat melihatnya. Ayahku yang juga ingin bersilaturahmi ke kampung halaman yang sudah lama tidak kami kunjungi mengajakku untuk pergi ke sana. 
 Tentu saja aku setuju. Selain untuk mengerjakan tugas, aku juga bisa bertemu keluarga disana. Sekitar pukul 10.00 aku dan ayahku berangkat dari rumah ke kampung halamanku di Salomekko. Ditengah jalan, ban motor ayahku kempes. Jadi, kami harus berhenti untuk mengisi angin lalu melanjutkan perjalanan kami lagi.
 Sekitar pukul 11.50 kami tiba di sana. Setibanya disana, kami langsung disambut oleh keluarga disana. Berbagai macam makanan khas Idul Adha disajikan. Setelah itu, aku beristirahat sejenak untuk menghilangkan lelah sehabis melakukan perjalanan yang cukup jauh.
 Tak lama waktu berselang, sepupuku datang membangunkanku. Katanya, kurban sudah mau dimulai. Kami pun berangkat ketempat penyembelihan hewan kurban itu. Tapi di tengah perjalanan, mungkin karena terlalu semangat sepupuku berlari meninggalkanku. Akupun berlari menghampirinya karena aku takut tertinggal. Kupikir karena kondisi jalanan lumayan sepi. Hanya sedikit kendaraan bermotor yang melintas. Tapi, tiba-tiba sebuah mobil dari arah belakang kami melintas dengan kecepatan tinggi. Kami yang terkejut langsung melompat ke pinggir jalan. Ah, hampir saja. Syukurlah kami masih dapat menghindar. Kejadian itu memberi pelajaran kepada kami agar lebih berhati-hati di jalan. Jangan berlarian tetap taati aturan.
aku dan sepupuku di lokasi penyembelihan hewan kurban
 

Komentar